Soal | Lsp Farmasi
(Amoksisilin lebih baik setelah makan untuk mengurangi mual/iritasi GI, meskipun absorpsi tidak terlalu terpengaruh) 2. Perhitungan Dosis (Resep Racikan) Resep: R/ Parasetamol 125 mg CTM 2 mg m.f.pulv.dtd.no.XV S.3 dd pulv I
(Teknik inhalasi yang benar menentukan efek bronkodilatasi) 8. Perbekalan Farmasi (Logistik) Metode penghitungan stok obat yang mempertimbangkan waktu tunggu (lead time), pemakaian rata-rata, dan stok pengaman adalah: A. EOQ (Economic Order Quantity) B. Metode konsumsi C. Metode morbiditas D. VEN (Vital, Esensial, Non-esensial) E. Analisis ABC soal lsp farmasi
(Allopurinol injeksi stabil pada pH 4-5, hindari campuran dengan asam askorbat atau larutan alkali) 7. Komunikasi & Edukasi Pasien Pasien asma diberi inhaler Salbutamol. Edukasi paling penting mengenai penggunaan adalah: A. Kocok inhaler, buang napas, tekan sambil tarik napas dalam, tahan 10 detik B. Semprot ke tenggorokan lalu hirup cepat C. Gunakan hanya saat serangan berat D. Bilas mulut setelah pakai E. Simpan di lemari es EOQ (Economic Order Quantity) B
(Amlodipin inhibitor CYP3A4 ringan-sedang → meningkatkan risiko miopati/rhabdomyolysis simvastatin) 4. Etika dan Hukum Kefarmasian Seorang pasien menebus resep antibiotik tanpa pemeriksaan dokter, hanya berdasarkan permintaan sendiri. Apoteker sebaiknya: A. Tetap melayani karena pasien menginginkan B. Memberikan setengah dosis saja C. Menolak dan menjelaskan bahaya resistensi antibiotik serta merujuk ke dokter D. Menjual antibiotik OTC generik E. Memberikan antibiotik dengan resep lama dari bulan lalu VEN (Vital, Esensial, Non-esensial) E
(Antibiotik harus dengan resep dokter baru, sesuai Permenkes no 8 tahun 2022 tentang Pemberian Resep Antibiotik) 5. Farmakoterapi (Kasus) Pasien wanita 55 tahun, riwayat DM tipe 2, datang dengan keluhan gatal di sela-sela jari kaki dan kemerahan. Apoteker menduga infeksi jamur. Antijamur topikal yang tepat adalah: A. Miconazole krim B. Gentamisin krim C. Asam salisilat 20% D. Klotrimazol krim 1% E. A dan D benar